Suka Menyelam? Simak Fakta Unik dari Olahraga Menyelam!

Posted on Dibaca : 5

Hallo Sahabat Shimizu! Indonesia terkenal dengan kecantikan alam bawah lautnya. 2 dari 3 bagian Indonesia didominasi oleh air. Indonesia sendiri memiliki banyak spot – spot bawah laut yang terkenal cantiknya. Seperti Raja Ampat, Bunaken, Nusa Penida, Gili Trawangan dan masih banyak lagi.

Sebenarnya banyak cara untuk dapat menikmati keindahan dan kecantikan bawah laut. Salah satunya dengan cara meyelam. Kegiatan menyelam memiliki 2 jenis yaitu diving dan snorkling. Snorkling adalah kegiatan menyelam yang dilakukan dengan permukaan air dengan peralatan secukupnya. Pada snorkling kita hanya membutuhkan kaki katak, kacamata renang dan snorkel yang berbentuj seperti huruf J, dengan jarak menyelam tidak lebih dari 5 meter.  

Sedangkan diving adalah kegiatan menyelam yang membutuhkan peralatan khusus dan tidak sembarang bisa dilakukan, seorang yang akan melakukan diving sebelumnya harus melakukan pelatihan dan memiliki sertifikat. Ketika diving kita akan dibelaki dengan kacamatra renang, kaki katak, baju renang khusus untk diving dan tabung gas untuk membantu bernafas ketika berada di dalam air.

Ketika melakukan diving banyak hal yang harus diperhatikan. Seperti keselamatan, kondisi cuaca dan kesiapan dari tiap – tiap orang yang akan melakukan diving. Beberapa hal yang akan terjadi jika kita tidak memperhatikan beberapa aspek penting ketika diving, seperti:

Vertigo

Vertigo adalah rasa pusing atau perasaan berputar, hal ini merupakan salah satu gejala serius barotraumas. Vertigo akan sangat berbahaya jika Sahabat mengalaminya saat kondisi berada di bawah air karena dapat mengarah pada disorientasi.

Tinnitus

Tinnitus adalah rasa telinga yang berdering, berdesir, atau jenis suara yang tampaknya berasal di telinga atau kepala. Dalam banyak kasus itu bukan masalah serius, melainkan gangguan yang akhirnya menghilang

Barotraumas

Barotrauma terjadi ketika penyelam naik-turun terlalu cepat sambil menahan napas, sehingga gas dalam telinga tengah dan paru-paru mengembang sangat cepat. Ini adalah akibat gagalnya menyeimbangkan perbedaan tekanan drastis antara dalam tubuh dan lingkungan sekitarnya. Akibatnya, penyelam mengalami sakit telinga parah hingga kerusakan pada jaringan telinga dan paru-paru. Luka paru-paru ini bisa cukup buruk untuk menyebabkan kolaps paru (pneumothoraks).

Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Respon pertama yang dihasilkan adalah menggigil yang dilanjutkan dengan penurunan suhu tubuh. Ketika seorang penyelam mengalami hipotermia sangat dianjurkan untuk kembali di darat dan menghangatkan diri, di beberapa kasus hipotermia bisa berakibat pada kematian.

Keracunan Oksigen

Keracunan oksigen bisa menjadi salah satu ancaman bagi penyelam yang menyelam lebih dari 41 meter. Banyak dari penyelam yang tidak memperhatikan hal ini, tetapi dalam keadaan ekstrem banyak oksigen ekstra yang akan diserap sehingga menjadi beracun. Efek berasal dari tunnel vision, mual hingga otot berkedut, hilang kesadaran, kejang dan tenggelam. Keracunan oksigen terjadi tanpa adanya peringat. Jadi disarankan untuk selalu mengikuti peraturan dan batas – batas yang di tetapkan.

Setelah sahabat tau resiko – resiko yang mungkin terjadi ketika melakukan diving, sangat disarankan untuk mengikuti aturan – aturan yang dibuat dan selalu wapada dengan perubahan iklim dan cuaca.

Photo: fstoppers.com